Manager PT KMH, Asroli, menjelaskan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kerinci sekaligus menanggapi isu penurunan debit air Danau Kerinci.
Ia menyatakan operasional PLTA tidak sepenuhnya bergantung pada Danau Kerinci. Dari kebutuhan air sekitar 100 meter kubik per detik untuk menggerakkan tiga turbin, 40 persen bersumber dari Danau Kerinci dan 60 persen berasal dari Sungai Batang Merangin dan anak-anak sungainya.
Menurut Asroli, penurunan debit air Danau Kerinci lebih dipengaruhi faktor iklim, terutama rendahnya curah hujan di daerah tangkapan air. Kondisi tersebut disebut bukan akibat aktivitas operasional PLTA.
Berdasarkan pemantauan awal Januari 2026, penurunan muka air danau terjadi secara bertahap dan masih dalam batas normal. Debit air keluar dari danau disebut tetap dijaga stabil.
PT KMH menyatakan terbuka untuk dialog dengan masyarakat serta mendukung pengawasan lingkungan dan evaluasi debit air Danau Kerinci secara berkala. (*/adv)
